TENTANG ARTI PENTING PERJUANGAN TEORI

Penghantar

“Di hadapan kita terletak dua pengumuman penerbit. Yang satu, Program Organ Berkala Perserikatan Sosial-Demokrat Rusia—“Raboceye Dyelo” (cetakan ulang dari Raboceye Dyelo No. 1). Lainnya pengumuman tentang dimulainya lagi penerbitan-penerbitan  grup Pembebasan Kerja.41 Kedua-duanya bertanggal 1899, ketika “krisis Marxisme” sudah lama jadi pembicaraan.”

lenin%20image            Pada bagian ini, iskra mengkritik keras brosur yang di keluarkan oleh reboceye dyelo tentang “Program Organ Berkala Perserikatan Sosial-Demokrat Rusia”. iskra menganggap bahwa dewan redaksi reboceye dyelo telah menunjukkan sikap keapatisannya terhadap arti penting teori, padahal persoalan tersebut pada kenyataannya merisaukan seluruh sosialdemokrat rusia dan di dunia pada masa itu. Iskra berpendapat bahwa berkuarangnya minat pada teori di saat itu, menuntut perhatian yang waspada dari gerakan revolsuioner ploterariat dan menyerukan “kritik yang tak kenal ampun terhadap kecenderungan-kecenderungan Bernsteinis dan kecenderungan-kecenderungan anti-revolusioner lainnya. Reboceye dyelo tidak bisa melihat bahwa tersebarnya secara luas Marxisme, yang dibarengi dengan penurunan tertentu taraf teori. Kemudian, Reboceye dyelo juga berusaha menggiring sosial demokrat dalam brosurnya tersebut dengan mengutip kata kata marx. Menanggapi hal tersebut iskra berpendapat :

                Kita dapat menilai dari sini betapa tidak bijaksananya Raboceye Dyelo ketika, dengan lagak seperti pemenang, mengutip kata-kata Marx: “Setiap langkah gerakan yang nyata lebih penting daripada selusin program”. Mengulangi kata-kata ini dalam masa kekacauan teori adalah sama dengan meneriakkan “Selamat hari lahir !” kepada iring-iringan pemakaman.

                kata-kata Marx ini diambil dari suratnya tentang Program Gotha, dimana Marx dengan tajam mencela eklektisisme dalam perumusan prinsip-prinsip: jika harus bersatu, tulis Marx kepada pemimpin-pemimpin partai, maka adakanlah persetujuan-persetujuan guna memenuhi tujuan-tujuan praktis gerakan, tetapi jangan memperkenankan adanya tawar-menawar mengenai prinsip, jangan memberikan “konsesi” dalam soal-soal teori. Penegasan akan arti penting prinsip dan teori tersebut telah menunjukkan kekeliruan yang mendalam reboceye dyelo. Memperlakukan taktik sebagai proses, yang menganggap perjuangan ekonomi sebagai satu satunya syarat bagi perjuangan politik dan menjerumuskan sosialdemokrat rusia pada ekonomisme. Itulah mengapa iskra mengkritik keras setiap usaha atas nama marx meremehkan arti penting teori.

Apakah teori yang revolusioner itu?

                Dalam kamus besar bahasa indonesia, teori di atikan sebagai suatu pendapat yang di dasarkan pada penelitian dan penemuan, di dukung oleh data serta argumentasi. Artinya, teori merupakan devinisi terhadap kejadian tertentu yang di dukung dengan fakta-fakta ilmiah. teori, tidak akan  mendapat watak ilmiah yang sejati jika tidak di uji dalam ruang-ruang aksi (praktek), karena tidak ada jalan lain untuk mengu­ji teori kecuali melalui aksi. 1    Maka Setiap  bentuk  teori yang tidak diuji  melalui aksi bukan teori yang sahih, dan dengan sendirinya menjadi teori yang  tidak berguna  dari  sudut pandang pembebasan manusia.

Selanjutnya semua teori tentang manusia haruslah berguna bagi sudut pandang pembebasan manusia. Marx dan engels meletakkan proporsisi dasar teorinya tentang pembebasan manusia dengan tiga hal pokok. Pertama, adalah Materialisme dialektika sebagai metode dalam menalaah semua aspek kehidupan. Mulai dari ekonomi politik, budaya, sosial, hukum, ilmu sains, dsb. Materialisme dialiktika meletakkan proporsisi dasar tentang segala hal (alam dan isinya) merupakan proses perubahan yang terjadi secara dinamik. Seringkali juga, prosesnya tidak terlihat dan tidak bergerak dalam garis lurus. Gagasan manusia, pergerakan manusia adalah perubahan yang terus bergerak, yang terjadi tidak hanya dalam garis lurus tetapi juga dalam lompatan-lompatan.

Kedua , Materialisme Historis merupakan pendekatan yang komperhensif tentang perubahan dalam cara-cara produksi dan pertukaran. Cara yang denganya kekayaan di distribusi dan masyarakat di bagi dalam kelas kelas atau tatanan-tatanan. “Konsepsi materialis tentang sejarah dimulai dari proposisi bahwa produksi kebutuhan-kebutuhan untuk mendukung kehidupan manusia dan, di samping produksi, pertukaran barang-barang yang diproduksi, merupakan dasar dari semua struktur masyarakat; bahwa dalam setiap masyarakat yang telah muncul dalam sejarah, cara kekayaan didistribusi dan cara masyarakat dibagi ke dalam kelas-kelas atau tatanan-tatanan bergantung pada apa yang diproduksi, bagaimana itu diproduksi, dan bagaimana produk-produk itu dipertukarkan. Dari sudut pandang ini, sebab-sebab akhir dari semua perubahan sosial dan revolusi-revolusi politis mesti dicari, tidak dalam benak-benak manusia, tidak dalam wawasan manusia yang lebih baik akan kebenaran dan keadilan abadi, tetapi di dalam perubahan-perubahan dalam cara-cara produksi dan pertukaran. Itu semua mesti dicari, tidak dalam filsafat tetapi di dalam perekonomian satu epos tertentu.” 2 dengan begitu, artinya sejarah manusia di tentukan oleh kerja yang merupakan modus produksi manusia itu sendiri.

                Yang ketiga adalah ekonomi marxis yang secara gamblang mengupas bagaimana kapitalisme bekerja. Sebuah sistem ekonomi yang tidak masuk akal. Ekonomi marxis akan membuka mata dan pikiran kaum sosialis bahwa kaum kapitalis dan sistem ekonominya telah terbukti gagal, bukan hanya sekali tapi berulan kali. Hanya dengan melenyapkan kepemilikan pribadi terhadap alat alat produksi, maka masyarakat dapat keluar dari kegilaan kapitalisme. Satu satunya yang dapat menyapu dan menggantinya hanyalah kekuatan kaum buruh yang berkesadaran pilitik kelas. hanya dengan kekuatan yang sadar dan revolusionerlah manusia dapat keluar dari kehidupan yang tidak manusiawi dan mencapai sosialisme.

                Maka, teori yang revolusioner adalah senjata bagi umat manusia untuk membebaskan diri dari kehidupan yang tidak manusiawi. Teori yang revolusioner akan membimbing kita pada tugas tugas utama kaum revolusioner untuk mempercepat penghapusan sistem ekonomi kapitalisme yang tidak masuk akal. Teori yang revolusioner oleh karenanya juga tidak terbatas oleh skat-skat kebangsaan. Ia menembus batas batas negara. Sebab teori yang revolusioner adalah teori yang homogen dan berpihak pada satu satunya kelas yang mampu memimpin pembebasan umat manusia yaitu kelas buruh yang berkesadaran politik kelas. lebih lanjut bagi gerakan revolusiober teori sangatlah penting agar kaum revolusioner dapat mengambil sari pati pengalaman perjuangan kelas di masa lampau untuk menyediakan panduan aksi di masa depan.

Mengapa, tanpa teori yang revolusioner tidak ada gerakan yang revolusioner?

Pernahkah kita membayangkan dalam medan pertempuran, di antaranya ada yang tidak menggunakan senjata. Demikianlah gerakan yang terbangun tanpa teori. Terombang ambing oleh keadaan. Kecendrungan demikian, sering kita temukan dalam perjuangan sehari hari. Tidak hanya di indonesia tapi juga di berbagai negara. Teori marxisme atau sosialisme yang di bawa oleh henk snevliet, semaun, tanmalaka dan yang lainnya di indonesia, menjadi pijakan penting dalam gerakan kemerdekaan sampai saat ini. engels dalam gerakan buruh jerman sejak tahun 1874 telah mengingatkan tentang arti penting perjuangan teori. Anjuran-anjurannya kepada gerakan buruh Jerman yang telah menjadi kuat dalam praktek dan politik, begitu mengandung banyak pelajaran. Anjuran engels terhadap gerakan buruh jerman untuk selalu mengingat bahwa sosialisme, sejak ia menjadi ilmu, menuntut supaya ia diperlakukan sebagai ilmu, yaitu supaya ia dipelajari. Di buktikan dengan kemenangan dan kesiapan kaum buruh jerman dengan bersenjata lengkap saat menghadapi cobaan cobaan tak terduga dalam bentuk undang-undang anti sosialis.

                Teori yang revolusioner akan menuntun kaum revolusioner pada kerja yang sistematis, terhindar dari kesalahan yang telah terjadi sebelumnya, dan tidak akan terjun kedalam jurang ekomisme. Itulah mengapa sebuah partai revolusioner juga membutuhkan teori untuk mengambil sari pati pengalaman perjuangan kelas di masa lampau dalam menyediakan panduan aksi di masa depan3. Untuk mengatasi keadaan dimana sistem kapitalisme masih bercokol pada keseharian hidup manusia maka di perlukan sebuah penaklukan ideologis yang di arahkan pada usaha secra sadar untuk merombak tatanan masyarakat tersebut. Aksi  pembebasan  yang sadar ini tidak  dapat dijalankan  secara efektif,  dan  tentunya tidak dapat berhasil,  jika  orang  belum menyadari dan mengenal lingkungan sosial tempatnya hidup, mengen­al  kekuatan  sosial yang harus dihadapinya, dan  kondisi  sosial ekonomi yang umum dari gerakan pembebasan tersebut.4 Demikianlah teori dan praktek adalah satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan. Seperti halnya Marxisme mengajarkan bahwa revolusi yang sadar,  hanya dapat berhasil jika kaum berkepentingan terhadap perubahan mengerti azas  masyarakat tempatnya hidup, dan mengerti kekuatan pendorong yang menggerak­kan perkembangan sosial ekonomi masyarakat tersebut. Dengan  kata lain,  jika ia tidak mengerti kekuatan yang menggerakkan  evolusi sosial, ia tidak akan sanggup mengubah evolusi itu menjadi sebuah revolusi. Kecendrungan seperti ini kerap kali terjadi pada situasi gerakan mahasiswa saat ini. dimana, mahasiswa yang berada dalam dominasi lingkungan borjuis mulai dari keluarga sampai pendidikan di kampus, membangun jurang pemisah antara pelajaran di kelas dengan realitas masyarakat yang terus bergerak. itulah mengapa gerakan mahasiswa seringkali tidak lebih hanya sekedar aktifisme belaka dan cendrung terseret dengan isu isu politis dan momentuman. Inilah yang kemudian di sebut juga oleh lenin dengan kerajinan tanganisme. Serta itulah mengapa tanpa teori yang revolusioner tidak akan ada gerakan yang revolusioner.

Apa arti penting perjuangan teori bagi kaum revolusioner?

Kita telah sama sama mengenali dengan baik tentang arti penting perjuangan teori bagi kaum revolusioner. Serta mengapa tanpa teori yang revolusioner tidak ada gerakan revolusioner. Ini semua menuntut pada ketepatan teori dalam mendorong pengkualitasan dalam setiap gerakan yang di bangun oleh kaum revolusioner. Dialah marxisme dengan tiga komponen pokoknya yaitu, materialisme dialektika, materialise historis, dan ekonomi marxis. Hanya dengan teori marxismelah kita dapat mengenali lingkungan tempat kita hidup, mengenali siapa lawan dan kawan, serta situasi ekonomi politik dan perkembangannya. Singkatnya marxisme akan mengajarkan kita untuk memahami secara integral tentang kekuatan yang menggerakkan evolusi sosial, agar kaum revolusoener dapat memiliki kesanggupan membangun sebuah revolusi dan membangun masyarakat sosialis. Lebih lanjut, untuk memperkuat pandangan kita tentang pentingnya perjuangan teori bagi kaum revolusioner, sekali lagi kita akan kembali mengutip anjuran engeles “bahwa sosialisme, sejak ia menjadi ilmu, menuntut supaya ia diperlakukan sebagai ilmu, yaitu supaya ia dipelajari”

*Seri Hasil Diskusi {V. I. Lenin“apa yang harus di kerjakan” BAB 1, poin D} yang di laksanakan oleh KPO-PRP (Kongres Politik Organisasi – Perjuangan Rakyat Pekerja) Samarinda

Di Rangkum Oleh : Bung Jamal (CA KPO-PRP dan Kontributor Tetap Kabar Takyat)

Catatan :

1 Ernest Mandel, gerakan mahasiswa revolusioner
2 frederick Engels , anti duhring : bagian III (teori)
3 kenapa kita butuh partai revolusioner. Poin : “berbagai macam partai” (halaman 3)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s