BANGUN KEKUATAN RAKYAT LAWAN INDUSTRI PERUSAK LINGKUNGAN

Sejarah dan Over Produksi Semen di Indonesia
Sejak ditemukannya deposit batu kapur dan tanah liat pada tahun 1935 oleh sarjana belanda Ir. Van Es sebagai bahan baku semen di gresik. Pada tahun 1950 Moh.Hatta menghimbau untuk dilakukan penelitian lebih lanjut yang menyimpulkan bahwa deposit kapur dan tanah liat tersebut dapat bertahan hingga 60 tahun kedepan dengan kapasitas produksi 250.000 ton/tahun. Lalu dilakukan uji coba operasi pada awal Maret 1957 oleh HK Fergusoh Company dan Marrison Knudsen Internasional Co.Inc yang merupakan Kontraktor Industri Ekstraktif Multinasional dari Amerika Sekrikat.
Pada tahun 1966 diadakan perluasan dengan menambah proses tanur dengan 150.000 ton/tahun. Tiga tahun kemudian PT.Semen Indonesia yang telah menjadi BUMN serta berubah nama menjadi PT(Persero) lewat kebijakan Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UUPMA) rezim Militer Soeharto menjadikan Industri Semen sebagai salah satu ladang investasi bagi Negara-negara Imperialis dunia lainnya seperti Amerika,Inggris. sampai tahun 1998 perluasan Pabrik semen telah terjadi di berbagai daerah Indonesia bahkan kapasitas produksi semen Indonesia mencapai 8.7 Juta ton/tahun dan terus mengalami peningkatan produksi hingga tahun 2017 silam. Kementrian Perindustrian Indonesia mencatat terjadi over capacity atau produksi semen yang berlebihan sebanyak 30 juta ton, namun tahun 2019 ini Pembangunan pabrik semen oleh Korporasi asal Tiongkok HongShi Holding dengan nilai investasi 1 Milyar Dolar AS di kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat malah akan dilaksanakan.

Daya Rusak Pabrik Semen
Kapitalisme dengan watak eksploitatif dan akumulatifnya, akan selalu mengeksploitasi alam dan manusia untuk mendapatkan keuntungan. Praktek demikianlah yang mengakibatkan kemiskinan dan kerusakan lingkungan. Pembangunan Infrastruktur, Membuka Lowongan Pekerjaan dan Pertumbuhan ekonomi untuk rakyat adalah skenario yang seringkali digunakan.
Pembangunan infrastuktur yang selama ini di dorong oleh pemerintah, jelas-jelas tidak di peruntukkan untuk rakyat. Pemerintah akan lebih gemar membangun tempat pemberlanjaan seperti mall mewah ketimbang merenovasi pasar-pasar tradisional. Kita juga menyaksikan di Kalimantan Timur akan dibangun rell kereta api untuk pengangkutan batu bara.
Selanjutnya, anggapan bahwa pembangunan pabrik semen untuk menciptakan lowongan pekerjaan dan mengurangi tingkat kemiskinan, tidak jauh berbeda. Masyarakat yang sebelumnya bertani akan kehilangan tanahnya, terpaksa menjadi pengangguran dan buruh di perusahaan. Sementara pembangunan pabrik semen adalah industri yang lebih banyak menggunakan tenaga mesin, jadi tidak akan sebanding untuk menampung jumlah pengangguran yang ada, angka pengangguran tidak berkurang malah semakin tinggi. Masyarakat yang tidak bisa bertahan, karena tidak ada lagi sumber pencaharian untuk hidup akan pindah, mendorong proses urbanisasi yang juga meningkatkan masyarakat miskin di daerah perkotaan.
Ketika pabrik semen beropesai, fungsi karst sebagai sumber air juga akan menghilang. Seperti sejumlah sungai, ratusan mata air di pesisir, dasar laut dan di pulau lepas pantai. Tempat hidup flora dan fauna yang khas ekosistem karst dan berperan menunjang keseimbangan ekosistem serta wilayah cagar budaya, yang sedikitnya mewariskan 37 goa prasejarah dengan artefak atau gambar-gambar prasejarah tertua di Asia Tenggara juga terancam hilang, selain itu penopang ekonomi masyarakat dayak dan sekitarnya berupa hasil hutan non kayu, seperti sarang burung walet, madu hutan dan lainnya juga berpotensi besar akan hilang.
Seperti yang terjadi di kendeng, hilangnya mata air yang lama kelamaan menyebabkan sumur untuk kehidupan sehari-hari kering serta matinya pengairan alami untuk sawah disana. Dikarenakan proses penambangan yang dilakukan juga dengan cara pengeboman menyebabkan pegunungan menjadi berlubang besar, ketika musim hujan tiba akan disertai banjir dan berdampak pada penyakit seperti diare dan saat musim kemarau akan menyebabkan debu yang menyebabkan penyakit paru-paru bagi warga disekitar juga.
Begitulah daya rusak pabrik semen hanya akan merugikan masyarakat di kawasan karst Sangkulirang Mankalihat dan Dayak Basap di Berau.
Melawan Kapitalisme Perusak Lingkungan
Pabrik semen yang akan dibangun adalah perusahaan Negara, pemerintah yang melegalkan ijin-ijin industri perusak lingkungan adalah bagian dari Negara, begitu juga dengan aparat yang berkali-kali merepresif dan mengkriminalisasi rakyat yang mempertahankan lahannya adalah aparat Negara.
Karena itu, belajar dari aliansi masyarakat Rembang dan Pati, Mahasiswa dan masyarakat tertindas lainya, yakni Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menolak pabrik semen. Perjuangan mulai dari membangun solidaritas massa, aksi massa, blokade, aksi pendudukan/okupasi dan sebagainya adalah perjuangan yang bisa diambil sebagai pelajaran, bukan memundurkan perjuangan dengan berharap pada pemerintah untuk berbaik hati.
Kita harus membangun perjuangan dengan garis yang tegas melawan korporasi perusak lingkungan dan pemerintah yang mendapatkan keuntungan lewat kebijakan-kebijakan dan hukum yang memuluskan kepentingan para pemodal.
Inilah pentingnya persekutuan kaum buruh dan kaum tani sebab merekalah yang menghadapi langsung penghisapan yang diakibatkan kapitalisme. Bersatu dengan mahasiswa, masyarakat adat, perempuan dan sektor tertindas lainnya untuk mewujudkan tatanan masyarakat Eko-Sosialisme. Tatanan masyarakat baru tanpa kelas penindas, dimana tidak ada lagi kepemilikan pribadi, semua dijalankan secara demokratis untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan dikelola secara ekologis.
Tolak Pabrik Semen!!!
Hancurkan Kapitalisme, Bangun Sosialisme Untuk Masa Depan Bumi dan Manusia!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s