SERUAN SOLIDARITASđź“Ł LAWAN BERITA HOAX DAN TOLAK PABRIK SEMEN

Pada tanggal 25 Maret 2019, 56 gabungan organisasi dari berbagai daerah Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Berau dan Kutai Kartanegara yang tergabung dalam *Aliansi Masyarakat Peduli Karst* (AMPK) Kaltim salah satu Organisasi yang terlibat adalah *Lingkar Studi Kerakyatan* (LSK) yang melakukan aksi terhadap penolakan pabrik di kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Massa yang mencapai sekitar 500 orang ini sebelum memulai aksi berkumpul di depan Museum Samarendah pukul 09:00 WITA. Pukul 10:45 massa aksi melakukan long march dari taman Samarendah menuju titik aksi di depan kantor gubernur Kalimantan Timur. Di depan kantor DPD RI Kaltim, massa melakukan jalan mundur sebagai wujud kemunduran berpikir dari gubernur yang menggadaikan kekayaan alam yang dimiliki Kaltim kepada pemilik modal. Setelah sampai di depan kantor gubernur massa yang dipimpin oleh korlap secara bergantian melakukan orasi politik mewakili setiap organisasi yang tergabung di dalam aliansi.

Ditengah orasi orasi politik yang disampaikan, ada sebuah truk yang memuat kontainer melintas dan menjadi sasaran penahanan oleh beberapa mahasiswa yang tidak terpimpin dalam aksi sehingga membuyarkan konsentrasi massa aksi. Setelah beberapa perwakilan organisasi menyampaikan orasi politik. Massa meminta agar Isran Noor sebagai gubernur Kaltim datang dan menemui massa. Karena terlalu lama menunggu dan tidak dihiraukan oleh gubernur, massa yang sebelumnya sudah memanas mencoba merobohkan gerbang yang ada di kantor gubernur dan akhirnya berhasil roboh dan berhadap-hadapan langsung dengan aparat.

Pukul 13:22 salah seorang massa aksi terkena pukulan di bagian kepala hingga bocor. Mulailah terjadi pelemparan batu dan tanaman yang dicabut oleh masa yang tidak terima. Sementara itu dari pihak jurnalis yang terkena lemparan batu tidak terima dan terjadi keributan antara mahasiswa dengan beberapa jurnalis. Ada dua orang dari massa yang diamankan oleh aparat dan menerima kekerasan fisik. Salah satu perempuan diseret oleh aparat kepolisian ke dalam halaman kantor gubernur dan tidak hanya mengalami kekerasan fisik namun aparat juga merampas atribut organisasi miliknya, dan juga beberapa mahasiswa jatuh pingsan dan sesak nafas karena berdesakan hingga saat ini tercatat 9 orang korban dari massa aksi.

Pihak kantor gubernur dan kepolisian berdialog dengan Humas aksi dan bersepakat menunggu 30 menit dari pukul 14:00. Ternyata sampai pukul 15;00 tidak ada itikad dari gubernur untuk menemui massa. Korlap meminta kepada ketua masing masing organisasi untuk melakukan konsolidasi dengan Humas aksi terkait kelanjutan aksi. Konsolidasi menghasilkan kesepakatan bahwa massa harus masuk ke kantor gubernur, kemudian terjadi lagi dorong-dorongan antara massa dan aparat kepolisian. Tidak adanya kejelasan dari gubernur akhirnya disepakati untuk menghentikan aksi dan melakukan konferensi pers.

Beberapa jurnalis sempat menolak untuk meliput konfrensi pers karena insiden pelemparan batu yang mengenai salah satu wartawan. Setelah Humas dan Korlap meminta maaf atas insiden yang terjadi, diwakili tiap organisasi konferensi pers tetap dijalankan.

Aliansi AMPK menyepakati bahwa setelah 7×24 jam, jika tidak ada sikap resmi dari gubernur maka akan melakukan konsolidasi lanjutan untuk aksi selanjutnya yang lebih besar. Selama 7×24 jam pula akan diisi dengan kampanye kepada masyarakat tentang kerusakan yang akan terjadi, apabila pabrik semen didirikan di Kalimantan Timur.
Pukul 17:00 masa membubarkan diri dan berjalan beriringan kembali menuju taman samarendah.

Pada tanggal 26 Maret 2019, Beberapa media online memberitakan berita yang menyesatkan dengan judul “LSR Menduga Aktivis LSK Sebelum Demo Minum Miras” yang dapat diakses pada link berikut, https://www.niaga.asia/lsr-menduga-aktivis-lsk-sebelum-demo-minum-miras/ . Kalimat yang diungkapkan Direktur Lembaga Swadaya Rakyat (LSR) Muhammad Ridwan yang menyebutkan “Apa yang mereka lakukan (akitivis LSK) itu tak mencerminkan orang terdidik, punya akal sehat, tidak fokus dan tanpa solusi,”. Adalah pemberitaan Hoax/bohong yang penuh provokasi . Nyatanya Lingkar Studi Kerakyatan dalam melakukan perjuangan berdasarkan kesadaran yang artinya minuman keras dan obat-obatan adalah hal tidak dibenarkan bagi setiap anggota LSK.

Selain itu Media resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengeluarkan berita menyesatkan dengan Headline *“TERIMA MAHASISWA AKSI LINGKAR STUDI KERAKYATAN, GUBERNUR ISRAN SEBUT PABRIK SEMEN BUKAN DI KAWASAN KARST”* bisa diakses pada link berikut https://kaltimprov.go.id/berita/terima-mahasiswa-aksi-lingkar-studi-kerakyatan-gubernur-isran-sebut-pabrik-semen-bukan-di-kawasan-ka?fbclid=IwAR1-OtIT_b9kS4nAl027PdoCmwV5OuAXMJHN1zyFKu_FAZqnUcu22IiWPrE . Padahal selama aksi berlangsung tidak ada masa aksi maupun perwakilan dari Lingkar Studi Kerakyatan yang masuk kedalam kantor gubernur.

Secara keseluruhan pemberitaan tersebut menyalahi aturan dan kode etik jurnalisme, yang tidak mengedepankan pemberitaan yang sesuai fakta lapangan , media tersebut tidak menjalankan cover both side atau cover all sides, yang seharusnya semua pihak di klarifikasi dan dimintai keterangan agar objektif dan tidak bias.

Dalam masyarakat berkelas saat ini, kepentingan kelas berkuasa selalu bertentangan dengan rakyat tertindas. Begitu juga media yang menjadi cerminan kelas berkuasa,tuntutan massa aksi tidak tersampaikan, malah menyebar berita bohong seperti yang dilakukan oleh media resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur begitupun dengan media daring dan akun media sosial lainnya yang ikut menyebarkan, menggiring opini yang menyesatkan terhadap LSK maupun masa lainnya yang terlibat dalam AMPK Kaltim.

Kami mengajak kawan-kawan dan seluruh gerakan rakyat lainnya untuk bersolidaritas menolak Pabrik Semen di Kutim dan Berau, Kalimantan Timur.

Tolak Pabrik Semen di Kalimantan Timur!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s