LINDUNGI KAWASAN KARST, LAWAN INDUSTRI PERUSAK LINGKUNGAN

Jumat, 15 maret 2019. Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor melakukan pertemuan dengan Investor dari pemerintah provinsi Zhejang China yang akan melakukan perencanaan pembangunan pabrik semen di Kawasan Karst daerah Kabupaten Kutai Timur dan Berau. Investasi pembangunan proyek tersebut senilai 1 miliar Dolar Amerika atau setara dengan 14 triliun Rupiah diperkirakan akan menghasilkan 8 juta ton semen per tahun. Seperti biasa, perencanaan proyek tersebut diikuti dengan janji akan menyerap 1000 tenaga kerja baru dan peningkatan ekonomi masyarakat Kalimantan Timur. Begitulah cara pemerintah mencoba untuk merasionalisasi mega proyek pembangun pabrik semen di Kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat.

Kawasan karst adalah bentang alam yang memiliki kondisi hidrologi dan bentuk lahan spesifik yang berkembang di batuan mudah larut dan memiliki banyak rekahan. Kawasan karst dicirikan oleh keberadaan cekungan tertutup, drainase bawah tanah, dan gua inilah yang akan menyaring air lalu mengalirkan ke sumber mata air sekitarnya. Masyarakat sekitar karst sangat bergantung pada karst sebagai sumber mata air.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI), menyatakan bahwa selama dua tahun terakhir Indonesia sudah mengalami over capacity atau produksi semen yang berlebihan. Kapasitas produksi semen 110 juta ton per tahun dan terus meningkat, hingga saat ini tercatat produksi semen berlebihan sebanyak 30 juta ton.

Lalu pembangunan pabrik ini untuk siapa?

Kapitalis agraria adalah para pemodal, baik dalam bentuk perorangan maupun perusahaan, baik perusahaan negara maupun swasta yang memonopoli sumber-sumber agraria. Ditandai dengan penghancuran produksi lama, yakni pertanian menggantikannya dengan industri yang mengharuskan perampasan lahan sampai ke desa-desa, mengeksploitasi alam dan manusia lainnya untuk menumpuk kekayaan.

Secara sistematis dalam memperlancar arus modalnya, para pemodal membutuhkan Negara dan institusinya, untuk membuat berbagai kebijakan dan hukum yang hanya akan mewakili kepentingan para pemodal serta militer yang berfungsi untuk mengamankan akumulasi modal terus berjalan.

Karena itu, kita sedang berhadapan dengan pemilik modal dalam negeri maupun luar negeri, pemerintah yang juga disebut kapitalis birokrat karena mendapatkan keuntungan lewat jabatannya dengan mempelancar izin-izin usaha perusak lingkungan serta militer sebagai penjaganya. Merekalah yang diiuntungkan dari industri perusak lingkungan.

Begitulah Freeport sampai ke tanah Papua, begitu juga PT. Toba Sejahtera milik Luhut Binsar Panjaitan penyokong Jokowi yang bergerak disektor pertambangan, migas serta kehutanan dan kelapa sawit hingga PT. Kutai Energi yang terlibat konflik lahan dan mengkriminalisasi petani di Muara Jawa. Kemudian, Nusantara Energy Resources milik Prabowo Subianto terlibat dalam perebutan lahan konsesi tambang batu bara Churchiil Mining dan Ridlatama di Kutai Timur. Semua itu terjadi atas relasi politik dan bisnis dengan bupat Kutai Timur saat itu Isran Noor. Hal demikian, tidak jauh berbeda dengan pabrik semen di Kendeng yang kini menyasar kawasan karst Sangkuriang-Mangkalihat, di Kalimantan Timur.

Industri Perusak Lingkungan dan Angka Kemiskinan di Kaltim

Kaltim sendiri merupakan provinsi yang mematikan. Bagaimana tidak, Kaltim masih mengandalkan perekonomian pada penebangan pohon untuk HTI dan HPH yang dikuasai beberapa produsen kertas, pengerukan batubara sebagai bahan bakar fosil yang berdampak pada kesehatan dan lingkungan yang serius, pembakaran hutan dan pembukaan perkebunan kelapa sawit. Hingga hari ini, pembongkaran minyak di sanga – sanga, gas alam di muara badak dan tambang batubara yang berada di hampir setiap daerah serta berbagai kekayaan alam lainnya terus dikeruk.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), menyatakan bahwa dari 12,7 juta hektare luas wilayah Kalimantan Timur, 9,3 juta hektare diantaranya sudah dikapling-kapling menjadi lahan konsesi industri ekstraktif. Hanya sedikit ruang hidup yang tersisa, harus dibagi untuk rumah ibadah, rumah sakit, sekolah, jalan, pasar, taman bermain dan pemukiman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, angka penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Timur pada September 2018 adalah sebanyak 222,39 ribu dan terus mengalami peningkatan. Ditambah dengan kerusakan lingkungan seperti tanah longsor, bencana banjir, jalanan amblas, lubang tambang terbuka menganga, anak-anak meninggal di lubang tambang, limbah, pencemaran air, debu yang mengakibatkan menyebabkan infeksi saluran pernafasan dan berbagai penyakit lainnya. Karena itu, masyarakat yang berada di pusaran industri ekstraktif tidak akan pernah mendapatkan kesejahteraan.

Pembangunan Infrastruktur, Membuka Lowongan Pekerjaan dan Pertumbuhan ekonomi untuk rakyat hanyalah skenario yang seringkali digunakan.

Pembangunan infrastuktur yang selama ini di dorong oleh pemerintah, hanya untuk memperlancar arus modal, mempercepat jalur distribusi pengerukan sumber daya alam dari hulu ke hilir.
Masyarakat yang sebelumnya bertani akan kehilangan tanahnya, begitupun dengan nelayan, terpaksa menjadi pengangguran dan buruh di perusahaan. Sementara pembangunan pabrik semen adalah industri yang lebih banyak menggunakan tenaga mesin, jadi tidak akan sebanding untuk menampung jumlah pengangguran yang ada, angka pengangguran tidak berkurang malah semakin tinggi.
Para buruh juga tidak akan pernah mendapatkan kondisi kerja yang layak, akan selalu diupah murah lewat Peraturan Pemerintah (PP) No. 78, buruh perempuan juga tidak akan mendapatkan cuti haid dan cuti hamil secara penuh, mereka juga dapat di PHK kapanpun.

Ketika pabrik semen beroperasi, fungsi karst sebagai sumber air juga akan menghilang. Sejumlah sungai, ratusan mata air di pesisir, dasar laut dan di pulau lepas pantai akan hilang.Tempat hidup flora dan fauna yang khas ekosistem karst dan berperan menunjang keseimbangan ekosistem serta wilayah cagar budaya, yang sedikitnya mewariskan 37 goa prasejarah dengan artefak atau gambar-gambar prasejarah tertua juga terancam hilang, selain itu penopang ekonomi masyarakat dayak dan sekitarnya berupa hasil hutan non kayu, seperti sarang burung walet, madu hutan dan lainnya juga berpotensi besar akan hilang.

Masyarakat yang tidak bisa bertahan, karena tidak ada lagi sumber pencaharian untuk bertahan hidup akan pindah, mendorong proses urbanisasi yang juga meningkatkan masyarakat miskin di daerah perkotaan. Begitulah daya rusak pabrik semen hanya akan merugikan masyarakat di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat dan Dayak Basap di Berau.

Tolak Pabrik Semen dan Lawan

Industri Perusak Lingkungan
Pabrik semen yang akan dibangun adalah perusahaan Negara, Isran Noor dan Hadi Mulyadi yang mengeluarkan ijin-ijin industri perusak lingkungan adalah bagian dari Negara, begitu juga dengan aparat yang berkali-kali merepresif dan mengkriminalisasi gerakan rakyat yang bersolidaritas mempertahankan kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat adalah aparat Negara. Kita tidak bisa berharap kepada pemerintah untuk berbaik hati mengusir industri perusak lingkungan dan menolak pabrik semen.

Satu-satunya cara yang harus kita bangun adalah persatuan rakyat tertindas. persekutuan kaum buruh dan kaum tani, karena merekalah yang menghadapi langsung penghisapan yang diakibatkan kapitalisme. Bersatu dengan mahasiswa yang menghadapi komersialisasi pendidikan dan hanya menjadi calon tenaga kerja baru yang diupah murah. Bersatu dengan masyarakat adat, nelayan, perempuan dan masyarakat lainnya yang terdampak akibat kerusakan lingkungan. Langkah yang bisa dilakukan adalah lewat aksi massa, blokade, aksi pendudukan dan solidaritas massa.

Mendorong kelas buruh untuk berkuasa atas alat produksinya, mendorong petani agar memiliki akses terhadap tanah dan lain-lain. Semua dijalankan secara demokratis dan terencana, dikelola secara ekologis untuk kita wariskan pada generasi selanjutnya.

Tolak Pabrik Semen!!!

Hancurkan Kapitalisme, Bangun Sosialisme Untuk Masa Depan Bumi dan Manusia!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s